RSS

Sebagai anggota CU yang Ber “INTEGRITAS”

Selamat pagi menjelang siang saudara saudariku sekalian anggota CU/ KSP Kopdit KABARI sekalian, sudah lama saya tidak menuangkan kata2 ataupun cerita tentang Kopdit kita, apalagi blog yang sangat sederhana ini di hack oleh oknum orang yang tidak bertanggungjawab. Setiap aktivitas kita baik di kantor ataupun di kelompok juga di tempat bermain kita sering mendengar kata “INTEGRITAS” kata2 ini tidak begitu asing di telinga kita tetapi karena kita sering mengucapkannya kadang secara tidak sadar kita “lupa” akan arti dan maknanya bagi kita.

Bila kita melihat dan membaca di Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian dari Integritas adalah mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, kejujuran. Apabila diterjemahkan dalam bahasa gaul artinya menjadi : Apa yang kita pikirkan harus sama dengan yang kita katakan dan apa yang kita katakan harus sama dengan tindakan yang kita lakukan, dimanapun, kapanpun. Terlebih lagi berlaku di dalam pelayanan kita sebagai anggota CU/ KSP KABARI.

Baru2 ini saya mengikuti Workshop dan RAT Pra Puskopdit Bahtera PAngkalpinang yang diadakan pada hari Sabtu dan Minggu tgl 26 s.d 27 April 2014 dan dalam pembahasan ada salah satu topik yang membicarakan tentang arti dan makna dari Integritas yang dibawakan oleh Bp Stef Siagian. Pembicaraan tersebut sangatlah menarik bagi saya

Kata- kata Integritas ini merupakan bagian dari setiap kehidupan kita, sangatlah mudah untuk menerapkan kesabaran, kemurnian dan ketaatan pada aturan pola kebijakan CU/ KSP ketika situasi baik dan orang – orang menghormati kita. Tetapi apakah sikap kita dalam hal ini sama bisa dipertahankan ketika kesusahan menimpa kita, orang- orang mengumpat dan memfitnah kita, keuangan tidak begitu lancar, dan maut mengancam?

Sebagai bahan perenungan bagi kita, marilah kita merefleksikan diri apakah kita selama ini sudah mempunyai Integritas dan melaksanakan dari Integritas dalam seluruh bagian kehidupan sehari hari kita, atau jangan- jangan orang lain melihat kita sebagai batu sandungan? Sebisa mungkin kita dengan melaksanakan integritas dan menjadi berkat bagi sesama kita. Semoga Tuhan Memberkati

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Mei 2014 in Uncategorized

 

DOKTER “BERSAHAJA” SERIBU RUPIAH

Ada sebuah Klinik dokter F.X. Soedanto terletak di Jayapura. Sudah 37 tahun ia berjuang dan mengabdi di sana. Penduduk setempat mengenalnya sebagai “Dokter Seribu Rupiah” sebab ia hanya mengenakan biaya Rp 1.000 bagi tiap pasien yang berobat. Soedanto bahkan rela tidak dibayar jika pasien benar-benar tak mampu. Semua ini ia lakukan untuk menolong orang miskin. Apakah dokter lima anak ini bisa hidup nyaman dengan penghasilan sekecil itu? Untuk hidup mewah memang tidak bisa. Ia hidup bersahaja. Kendaraannya hanya sebuah mobil tua. Namun, kepada seorang wartawan ia berkata, “Semuanya cukup bagi kami.”

Ada ungkapan “Orang kaya dicari/di ingini, Orang Pandai dikagumi, Orang berkarakter disegani” Kepuasan hidup tidak ditentukan dari banyak sedikitnya harta. Namun, semua harta itu tak akan mampu membahagiakan hidupnya. Tanpa penyertaan Tuhan, semua yang ia kumpulkan bisa habis dalam sekejap. Sebaliknya, orang benar disertai Tuhan. Harta bendanya mungkin sedikit, tetapi berkat dan pertolongan Tuhan menjaga tiap langkahnya. Dengan demikian, ia bisa mengalami kecukupan. Kenyang pada hari-hari kelaparan, bahkan masih bisa memberi pinjaman!

Jika Kita percaya bahwa masa depan Kita bergantung pada jumlah harta simpanan, Kita bisa menjadi seorang penimbun yang serakah. Ingatlah bahwa faktor penyertaan Tuhan adalah penentu masa depan. Yakinilah itu, Kita akan menjadi seorang benar yang pemurah

KEPUASAN HIDUP TERCAPAI BUKAN KARENA KITA MEMILIKI BANYAK
MELAINKAN KARENA KITA BISA MEMBERI BANYAK

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Februari 2014 in Uncategorized

 

Keajaiban Merenung dalam Keadaan Tenang & Damai

Bila kita perhatikan dan kita amati banyak tokoh besar yang suka menghabiskan waktunya sendirian dan merenung di tempat-tempat yang tenang. Dalam buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu, Think and Grow Rich karya Napoleon Hill, The Secret-nya Rhonda Byrne, Sinergi Spiritual Semesta dari Kang Zen, dan begitu banyak buku motivasi lainnya, ketenangan hati dan pikiran adalah kunci perubahan besar dalam diri setiap orang. Ketenangan dan kedamaian adalah bahan bakar dalam mewujudkan cita.

Ketenangan dan kedamaian terjadi saat diri seseorang berada dalam kondisi Alfa. Di sinilah zona ilahi, zona ikhlas, zona pas menyerahkan segala urusan pada Sang Maha. Seringlah berkunjung zona ini. Tenang, damai.

Tingkat optimum untuk otak berpikir adalah 10 Hz (Alfa), yang merupakan frekuensi optimum untuk melatih kecerdasan semua indra manusia dan pintu masuk ke hati (bawah sadar). Hanya 10% yang sanggup berpikir di frekuensi ini secara alami, selebihnya perlu dilatih untuk itu. Jose Silva, founder Silva Mind Method.

Simaklah ucapan Dr. F Noah Gordon; gelombang Alfa adalah kondisi rileks yang merupakan “rumah pembelajar sebenarnya” di mana kita dapat belajar dengan menyenangkan tanpa harus bersusah payah.

Leonardo da Vinci sering merenung dan berpikir di pinggir hutan yang tenang di desanya sambil memerhatikan hewan-hewan dan alam sekitarnya.

Ibnu Sina sejak kecil sering merenung di mesjid sampai pagi.

Newton kejatuhan apel waktu sedang merenung dan menemukan teori gravitasi universal.

Einstein juga suka merenung. sejak kacil dia memang pemalu dan lebih suka menyendiri. Tempat favoritnya adalah di atas bukit yang ada di dekat tempat tinggalnya di Munich, Jerman.

Napoleon dan Hitler sering diejek “anak kampung” oleh teman-teman sekelasnya dan juga lebih suka menyendiri dan merenung.

Positif atau negatif, perenungan mampu menciptakan ketajaman pikiran yang ekstrem. Berikan diri Anda waktu, misalnya satu jam sehari atau satu hari seminggu untuk sedikit menjauhkan diri dari dunia sehari-hari. Lalu anda bisa bebas mengembangkan imajinasi serta impian-impian besar Anda. Anda juga bisa mengevaluasi hidup Anda. Apa yang sedang Anda lakukan dan akan kemana tujuan hidup Anda. Siapa tahu, Anda akan mendapatkan inspirasi-inspirasi besar.

Semoga Bermanfaat
Salam,

dishare dari resensi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Desember 2013 in Uncategorized

 

Manusia Bukan Kesulitan

Saat kesulitan menghampiri, tatap dia. Terus tatap, bila perlu ‘pelototin’ dia.

Majukan langkah hingga terlihat jelas “wajah”nya, dan berucaplah dengan nada keras padanya, “Hei kesulitan! Kau bukan masalah bagiku. Tak sedikitpun aku gentar menghadapimu. Aku bukan dirimu. Aku lebih mulia darimu. Tak sedikitpun dirimu mampu mempengaruhiku hingga hilang kemuliaanku karenamu. Aku adalah Aku. Aku bukan musuhmu, dan kau bukan musuhku.

Kau akan kubuat tertunduk lesu dan malu di hadapanku. Hingga dari dalam dirimu terlihat buah hikmah yang bermanfaat bagiku. Saat kau tertunduk lemah di kaki ku, pelajaran berharga akan terlihat dari dalam jubah mu untuk kujadikan kekuatan mengarungi samudera hidup ini. Semakin kau datang lagi, lagi dan lagi dengan sosok yang lebih besar dan menyeramkan, semakin kecil dan lucu aku melihatmu. Semakin besar sosokmu, semakin besar hikmah yang kuperoleh, semakin berharga pelajaran kudapati hingga kekuatanku semakin lebih besar dari sosok mu. Asal kau tahu, Aku bukan kau karena Aku lebih mulia darimu. Aku manusia!”

Read more: resensi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Desember 2013 in Uncategorized

 

spread the charm

Untuk menjadi pemimpin dalam perusahaan atau organisasi tertentu,
beberapa orang terkadang berkompetisi demi mendapat dukungan dan
simpati dari rekan kerja maupun atasan; atau tebar pesona demi
mendapat dukungan orang lain. Masing-masing akan menyiapkan diri
sedemikian rupa untuk dapat menjadi pemimpin pada saatnya kelak.
Kekuasaan memang telah lama menjadi salah satu hal yang menyilaukan
mata manusia selain harta. Orang berlomba-lomba menggapainya.
Terkadang beberapa orang berkompetisi memakai cara-cara yang tidak
sehat. Mulai dari tebar pesona, memberi janji yang muluk, membagikan
uang, sampai menyikut kiri-kanan, menjilat sana-sini. Padahal
seharusnya kita menyadari bahwa di dalam Tuhan, segala sesuatu ada
waktunya. Dan, kalaupun kita berusaha meraihnya, seharusnya kita
tetap menggunakan cara yang berkenan di hadapan Allah dengan tetap
menghormati satu sama lain…

share dari Renungan Harian

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 November 2013 in Uncategorized

 

Dunia memberi apa Yang kita Fokuskan

bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil

Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita.

Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri

Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Oktober 2013 in Uncategorized

 

Si Tukang Kayu dan Rumahnya

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut
pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan
penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah.
Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian
bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya.
Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu.
Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak
sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma
menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta.
Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri
kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia
menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu, ”
katanya, “hadiah dari kami.”

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya
saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya
sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali.
Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya
sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang
membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha
ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian
terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir
perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan
menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.
Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini
dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita
bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding
dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah
hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya
hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh
keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup
kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari
perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan
masuk dalam barisan kemenangan.

Pojok Renungan:
“Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri”. (Adapted from The Builder -Cecilia Attal)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Oktober 2013 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.